Sikat WC adalah salah satu perlengkapan kebersihan yang paling sering digunakan, tetapi juga paling sering diabaikan perawatannya. Padahal, sikat WC yang lembap dan jarang dibersihkan dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri, jamur, hingga menimbulkan bau tidak sedap.
Tidak hanya sikatnya, wadah atau tempat penyimpanan sikat WC juga perlu dibersihkan secara rutin. Dengan perawatan yang tepat, sikat WC akan lebih higienis, tahan lama, dan aman digunakan.
Mengapa Sikat WC Harus Dibersihkan Secara Rutin?
Setelah digunakan, sikat WC masih menyimpan sisa kotoran, air, dan bakteri yang menempel pada bulunya. Jika langsung disimpan dalam keadaan basah, kelembapan tersebut akan mempercepat pertumbuhan mikroorganisme.
Beberapa risiko jika sikat WC tidak pernah dibersihkan antara lain:
- Menimbulkan bau tidak sedap.
- Menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan jamur.
- Menyebarkan kuman ke area kamar mandi.
- Membuat sikat cepat rusak dan berubah warna.
Karena itu, membersihkan sikat WC sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas membersihkan kamar mandi.
Baca juga : Rahasia Menata Dapur ala Profesional yang Jarang Diketahui
Cara Membersihkan Sikat WC dengan Benar

Berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan:
1. Bilas Sikat WC Setelah Digunakan
Langkah pertama dalam cara membersihkan sikat WC adalah membilasnya segera setelah selesai digunakan. Bilas menggunakan air bersih sambil menyiram toilet (flush) beberapa kali agar sisa kotoran yang menempel pada bulu sikat terlepas.
Jangan langsung menyimpan sikat dalam kondisi kotor karena dapat memicu pertumbuhan bakteri dan menyebabkan bau tidak sedap.
2. Rendam dengan Cairan Disinfektan
Setelah dibilas, rendam sikat WC dalam ember berisi air hangat yang telah dicampur cairan disinfektan. Diamkan selama 15–30 menit agar kuman, bakteri, dan jamur yang menempel dapat dibasmi secara efektif.
Cara ini merupakan salah satu langkah penting dalam membersihkan sikat toilet agar tetap higienis dan aman digunakan kembali.
3. Bersihkan Bulu Sikat hingga Tidak Ada Noda
Gunakan sarung tangan saat membersihkan sikat WC. Jika masih terdapat noda membandel atau sisa kotoran di sela-sela bulu sikat, gosok perlahan hingga bersih. Pastikan seluruh bagian kepala sikat terkena cairan pembersih agar proses cara membersihkan sikat WC lebih maksimal.
4. Bilas Kembali dengan Air Bersih
Setelah proses perendaman selesai, bilas sikat menggunakan air mengalir hingga tidak ada sisa cairan disinfektan yang tertinggal. Langkah ini penting agar sikat siap digunakan kembali tanpa meninggalkan residu bahan pembersih.
5. Keringkan Sebelum Disimpan
Tahap terakhir dalam cara membersihkan sikat WC adalah mengeringkannya sebelum disimpan. Jepit gagang sikat di antara dudukan dan penutup toilet sehingga kepala sikat menggantung di dalam mangkuk toilet tanpa menyentuh air. Biarkan selama sekitar 30–60 menit hingga air menetes habis dan sikat benar-benar kering.
Menyimpan sikat dalam kondisi kering akan membantu mencegah pertumbuhan bakteri, jamur, serta mengurangi risiko munculnya bau tidak sedap pada tempat penyimpanan sikat WC.
Baca juga : 5 Risiko Fatal Akibat Buruknya Kebersihan Rumah Sakit
Cara Membersihkan Tempat Sikat WC
Selain sikatnya, wadah penyimpanan juga harus dibersihkan karena biasanya menjadi tempat penumpukan air dan kotoran.
Langkah-langkahnya:
- Buang air yang menggenang di dalam wadah.
- Cuci menggunakan sabun atau cairan pembersih.
- Sikat bagian dalam hingga bersih.
- Bilas dengan air mengalir.
- Semprotkan disinfektan bila diperlukan.
- Keringkan sepenuhnya sebelum digunakan kembali.
Membersihkan wadah minimal seminggu sekali dapat membantu mencegah bau dan pertumbuhan bakteri.
Cara Menyimpan Sikat WC yang Benar agar Tetap Higienis

Setelah mengetahui cara membersihkan sikat WC, langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah menyimpannya dengan benar. Percuma jika sikat sudah bersih tetapi langsung disimpan dalam kondisi lembap atau di tempat yang tidak higienis. Cara penyimpanan yang tepat dapat membantu mencegah pertumbuhan bakteri, jamur, dan bau tidak sedap.
Berikut beberapa tips menyimpan sikat WC agar tetap bersih dan awet.
1. Simpan Sikat WC dalam Kondisi Kering
Salah satu langkah penting setelah cara membersihkan sikat WC adalah memastikan sikat benar-benar kering sebelum dimasukkan ke dalam wadah. Biarkan air menetes hingga habis terlebih dahulu agar kelembapan tidak memicu pertumbuhan jamur dan bakteri.
2. Letakkan di Tempat yang Memiliki Sirkulasi Udara
Gunakan tempat penyimpanan yang memiliki ventilasi atau lubang udara. Sirkulasi udara yang baik akan membantu wadah tetap kering sehingga sikat WC tidak mudah lembap dan berbau.
3. Pisahkan dari Peralatan Kebersihan Lain
Simpan sikat WC di area khusus dan hindari meletakkannya berdekatan dengan alat kebersihan lain, terutama yang digunakan untuk dapur atau area makan. Cara ini dapat membantu mengurangi risiko kontaminasi silang antarperalatan kebersihan.
4. Bersihkan Wadah Sikat Secara Rutin
Selain menerapkan cara membersihkan sikat WC, jangan lupa membersihkan wadahnya secara berkala. Wadah sikat sering menjadi tempat berkumpulnya air sisa tetesan dan kotoran yang dapat menimbulkan bau jika dibiarkan terlalu lama. Cuci wadah setidaknya seminggu sekali menggunakan sabun atau cairan disinfektan agar tetap higienis.
Seberapa Sering Sikat WC Harus Diganti?
Meski dibersihkan secara rutin, sikat WC tetap memiliki masa pakai.
Sebaiknya ganti sikat toilet setiap 6–12 bulan, atau lebih cepat apabila:
- Bulu sikat mulai rontok.
- Bentuk sikat berubah.
- Timbul bau yang sulit dihilangkan.
- Warna berubah karena jamur atau noda membandel.
Menggunakan sikat yang masih dalam kondisi baik akan membantu proses membersihkan toilet menjadi lebih efektif.
Baca juga : Checklist Cleaning Cafe yang Wajib Dilakukan Sebelum Buka Operasional
Kesalahan yang Sering Dilakukan
Agar sikat WC tetap higienis, hindari beberapa kebiasaan berikut:
- Menyimpan sikat dalam keadaan basah.
- Tidak pernah membersihkan wadah sikat.
- Menggunakan sikat yang sudah rusak.
- Tidak mencuci sikat setelah digunakan.
- Menyimpan sikat di area yang lembap tanpa sirkulasi udara.
Menjaga kebersihan sikat WC sama pentingnya dengan membersihkan toilet itu sendiri. Dengan membilas setelah digunakan, merendam menggunakan disinfektan, mengeringkan sebelum disimpan, serta rutin membersihkan wadahnya, Anda dapat mengurangi risiko penyebaran bakteri sekaligus memperpanjang usia pakai sikat.
Perawatan sederhana ini tidak hanya membuat kamar mandi lebih bersih dan bebas bau, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih higienis bagi seluruh penghuni rumah maupun pengguna fasilitas umum.