Blog


Jangan Langsung Disapu! Begini Cara Membersihkan Abu Vulkanik dengan Aman

Jangan Langsung Disapu! Begini Cara Membersihkan Abu Vulkanik dengan Aman

Dipublikasikan oleh Faridatul Laily 21 hours ago - 6 min reads
Jangan Langsung Disapu! Begini Cara Membersihkan Abu Vulkanik dengan Aman

Erupsi Anak Krakatau dapat meninggalkan abu vulkanik yang menempel di rumah, bangunan, kendaraan, hingga berbagai permukaan lainnya. Sekilas terlihat seperti debu biasa, tetapi abu vulkanik tidak sebaiknya langsung disapu dalam kondisi kering.

Partikelnya yang sangat halus dapat kembali beterbangan saat terganggu dan berisiko terhirup. Karena itu, proses pembersihannya perlu dilakukan secara hati-hati, mulai dari memastikan kondisi aman hingga memilih metode yang tepat.

Lalu, bagaimana cara membersihkan abu vulkanik dengan aman?

Kenapa Abu Vulkanik Tidak Boleh Langsung Disapu?

Abu vulkanik terdiri dari partikel halus yang mudah terbawa udara. Ketika disapu, ditiup, atau digosok secara berlebihan, endapan tersebut dapat kembali beterbangan dan mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, serta saluran pernapasan.

Selain itu, abu vulkanik memiliki sifat abrasif yang dapat menggores permukaan tertentu jika dibersihkan dengan cara yang salah. Karena itu, prinsip utamanya sederhana, jangan membuat abu yang sudah mengendap kembali masuk ke udara.

Sebelum Membersihkan Abu Vulkanik, Pastikan Kondisi Aman

Jangan terburu-buru membersihkan area jika hujan abu masih berlangsung atau kondisi di sekitar belum aman. Ikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang, terutama jika wilayah tempat tinggal masih terdampak aktivitas vulkanik.

Jika kondisi sudah memungkinkan untuk melakukan pembersihan, gunakan perlindungan yang sesuai, seperti:

  • Masker atau respirator yang sesuai untuk paparan partikel.
  • Pelindung mata atau goggles.
  • Sarung tangan.
  • Pakaian tertutup dan alas kaki yang sesuai.

Untuk pekerjaan di area dengan banyak abu, perlindungan mata juga penting karena partikel abu dapat menyebabkan iritasi. USGS merekomendasikan penggunaan masker debu yang efektif serta perlindungan mata saat melakukan pembersihan. Jika abu masih beterbangan di luar, tutup pintu, jendela, dan jalur masuk udara sebisa mungkin untuk mengurangi abu masuk ke dalam bangunan.

Baca juga : Cleaning Service Jakarta, Solusi Kebersihan Profesional untuk Bisnis!

Cara Membersihkan Abu Vulkanik dengan Aman


1. Hindari Menyapu Abu dalam Kondisi Kering

Untuk abu yang sangat halus, menyapu dalam kondisi kering dapat membuat partikel kembali beterbangan. Jika kondisi memungkinkan, lembapkan abu secara ringan sebelum membersihkannya. Hindari menyiram dengan air secara berlebihan karena abu dapat menggumpal dan lebih sulit dibersihkan. Pada atap, penggunaan air berlebihan juga dapat menambah beban.

Untuk permukaan keras seperti lantai atau meja, gunakan kain atau pel lembap setelah sebagian besar endapan abu diangkat. Hindari menggunakan blower atau metode lain yang justru membuat abu kembali tersebar ke udara.

2. Bersihkan dari Area Tinggi ke Rendah

Mulailah dari bagian yang lebih tinggi sebelum membersihkan area di bawahnya. Metode ini membantu mencegah abu dari area yang belum dibersihkan kembali jatuh ke permukaan yang sudah bersih. Untuk area luar ruangan, perhatikan pula arah angin agar abu tidak kembali menuju area yang sedang dibersihkan. USGS merekomendasikan pendekatan top-down dan memperhatikan arah angin saat melakukan pembersihan.

Beberapa area yang sering terlewat antara lain:

  • Kusen dan jendela
  • Atas lemari atau furnitur
  • Balkon dan teras
  • Sudut serta celah ruangan
  • Permukaan di sekitar ventilasi
  • Area sekitar pintu dan akses masuk

3. Gunakan Metode yang Sesuai dengan Jenis Permukaan

Tidak semua permukaan dapat dibersihkan menggunakan metode yang sama.

Untuk lantai dan permukaan keras, gunakan metode lembap setelah endapan abu yang tebal diangkat. Hindari menggosok terlalu keras karena sifat abrasif abu dapat menyebabkan goresan.

Untuk karpet, sofa, dan furnitur berbahan kain, vacuum dengan filtrasi partikel yang sesuai dapat digunakan untuk membantu mengangkat abu. USGS merekomendasikan sistem vacuum dengan filtrasi efisiensi tinggi untuk pembersihan di dalam bangunan.

Hindari menggunakan vacuum biasa yang tidak memiliki filtrasi memadai karena sebagian partikel halus dapat kembali keluar melalui exhaust.

4. Periksa AC dan Ventilasi

Abu vulkanik dapat masuk melalui saluran udara, filter AC, maupun bagian lain dari sistem ventilasi. Setelah kondisi di luar cukup aman dan proses pembersihan selesai, periksa filter AC dan sistem ventilasi. Bersihkan atau ganti filter sesuai petunjuk perangkat.

Perhatikan pula area yang dapat meniupkan udara kembali ke ruangan, seperti ventilasi, exhaust, dan bagian belakang peralatan tertentu. Filter mungkin perlu mendapat perhatian lebih sering setelah terjadi paparan abu.

5. Beri Perhatian Khusus pada Atap

Atap merupakan salah satu area yang perlu diperhatikan setelah hujan abu karena endapan dalam jumlah besar dapat menambah beban bangunan. Abu juga dapat membuat permukaan atap menjadi licin sehingga meningkatkan risiko jatuh.

Namun, jangan memaksakan diri membersihkan atap jika kondisinya tidak aman. Jika atap tinggi, curam, sulit dijangkau, terdapat banyak endapan, atau struktur bangunan terlihat tidak aman, sebaiknya serahkan penanganannya kepada tenaga yang memiliki perlengkapan dan kompetensi yang sesuai.

Jangan pula menggunakan air dalam jumlah besar untuk membilas abu dari atap karena selain berpotensi membuat abu menggumpal, air juga dapat menambah beban pada struktur atap.

Baca juga : High Risk Cleaning untuk Gedung dan Bangunan Komersial

Cara Membersihkan Abu Vulkanik di Dalam Rumah

Jika abu sudah masuk ke dalam rumah, tidak perlu membersihkan seluruh area sekaligus. Prioritaskan ruangan dan permukaan yang paling sering digunakan. Urutkan pembersihan dari area yang paling tinggi dan berdebu, kemudian lanjutkan ke area yang lebih rendah.

Beberapa area yang dapat menjadi prioritas:

  1. Meja dan permukaan kerja
  2. Lantai
  3. Kusen dan jendela
  4. Sofa dan furnitur
  5. Dapur
  6. Kamar tidur
  7. Balkon dan teras
  8. Filter AC dan ventilasi

Gunakan kain lembap untuk permukaan keras dan vacuum dengan filtrasi yang sesuai untuk permukaan berbahan kain. Hindari dry sweeping atau meniup debu karena dapat meningkatkan jumlah partikel yang kembali masuk ke udara. Setelah selesai, periksa kembali area yang sudah dibersihkan. Abu dapat kembali mengendap jika masih terdapat sumber abu di luar atau terjadi paparan lanjutan.

Cara Membersihkan Abu Vulkanik dari Kendaraan


Abu vulkanik juga dapat menempel pada kendaraan. Karena sifatnya abrasif, jangan langsung mengelap permukaan kendaraan yang masih tertutup abu kering.

Untuk mengurangi risiko goresan:

  • Hindari menggosok abu kering dengan kain.
  • Singkirkan endapan abu secara perlahan.
  • Gunakan air secukupnya sesuai kondisi dan metode pembersihan yang tepat.
  • Perhatikan kaca, wiper, celah kendaraan, dan bagian lain yang dapat menampung abu.
  • Hindari berkendara jika tidak diperlukan ketika abu masih banyak beterbangan.

Berkendara di area yang masih dipenuhi abu dapat kembali mengangkat endapan ke udara dan membuat kendaraan semakin terpapar. USGS juga menyarankan untuk menghindari berkendara kecuali benar-benar diperlukan selama kondisi abu masih signifikan.

Bagaimana Cara Mengurangi Abu Masuk ke Dalam Rumah?

Membersihkan abu saja tidak cukup jika partikel terus masuk dari luar. Setelah pembersihan, lakukan beberapa langkah untuk mengurangi paparan kembali.

1. Tutup pintu dan jendela

Saat abu masih beterbangan, tutup pintu dan jendela untuk membatasi masuknya partikel ke dalam rumah.

2. Batasi keluar-masuk rumah

Semakin sering keluar-masuk, semakin besar kemungkinan abu terbawa melalui pakaian, alas kaki, atau benda lain.

3. Lepaskan alas kaki sebelum masuk

Abu yang menempel pada sepatu dapat terbawa ke lantai dan menyebar ke ruangan lain.

4. Ganti pakaian yang terkena abu

Jika pakaian digunakan saat berada di luar ketika terjadi hujan abu, lepaskan sebelum masuk ke area yang sudah dibersihkan.

5. Bersihkan hewan peliharaan

Jika hewan peliharaan berada di luar saat terjadi hujan abu, bersihkan tubuh dan telapak kakinya sebelum membiarkannya masuk ke area dalam rumah.

Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi perpindahan abu dari luar ke dalam bangunan. USGS juga menekankan pentingnya mengendalikan perpindahan abu melalui pintu, jendela, pakaian, dan alas kaki.

Baca juga : Mengapa Vacuum Saja Tidak Cukup? Ini Bahaya Tungau Kasur bagi Kesehatan

Saatnya Kembalikan Kebersihan Rumah Pasca Abu Vulkanik

Membersihkan abu vulkanik bukan hanya soal mengembalikan rumah agar terlihat bersih, tetapi juga memastikan prosesnya dilakukan dengan cara yang tepat. Untuk area yang terdampak luas atau membutuhkan penanganan khusus, Tukang Bersih Indonesia dapat membantu menjaga kebersihan rumah maupun tempat usaha setelah paparan abu vulkanik.

Butuh bantuan membersihkan area terdampak? Konsultasikan kebutuhan Anda dengan Tukang Bersih Indonesia melalui WhatsApp 0851-8328-8918 atau download aplikasinya di App Store atau Play Store untuk layanan cleaning service yang cepat, mudah, dan terpercaya..