Blog


Pasca Erupsi, Kaca Gedung Penuh Abu Vulkanik? Ini Solusi Pembersihannya

Pasca Erupsi, Kaca Gedung Penuh Abu Vulkanik? Ini Solusi Pembersihannya

Dipublikasikan oleh Faridatul Laily 2 days ago - 5 min reads
Pasca Erupsi, Kaca Gedung Penuh Abu Vulkanik? Ini Solusi Pembersihannya

Erupsi gunung api dapat meninggalkan abu vulkanik di berbagai area, termasuk bagian eksterior bangunan. Pada gedung dengan facade dan jendela kaca yang luas, lapisan abu dapat membuat permukaan terlihat kusam dan mengurangi tampilan bangunan.

Masalahnya, membersihkan kaca gedung bertingkat bukan pekerjaan yang sama dengan membersihkan jendela pada bangunan biasa. Sebagian permukaan berada di ketinggian, sulit dijangkau, dan membutuhkan metode akses serta prosedur keselamatan khusus.

Karena itu, ketika kaca gedung terpapar abu vulkanik pasca erupsi, penanganannya perlu mempertimbangkan kondisi permukaan sekaligus karakteristik area kerja. High Risk Cleaning dapat menjadi solusi untuk menangani pembersihan kaca pada area gedung yang sulit dijangkau dengan metode cleaning biasa.

Mengapa Kaca Gedung Perlu Dibersihkan Setelah Terpapar Abu Vulkanik?


Abu vulkanik yang menempel pada bagian luar bangunan dapat membuat permukaan kaca terlihat kotor dan kehilangan kejernihannya. Pada gedung komersial, kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga memengaruhi tampilan keseluruhan facade.

Selain itu, abu vulkanik memiliki karakteristik yang berbeda dari debu biasa. USGS menjelaskan bahwa partikel abu dapat bersifat abrasif dan permukaan seperti kaca dapat mengalami goresan apabila dibersihkan dengan cara menggosok terlalu kuat.

Karena itu, pembersihan kaca setelah paparan abu perlu dilakukan dengan metode yang tepat, terutama ketika area yang terdampak berada di bagian luar gedung.

Tampilan Facade Gedung Menjadi Kusam

Facade merupakan salah satu bagian bangunan yang paling mudah terlihat dari luar. Ketika permukaan kaca dipenuhi abu dan kotoran, tampilan gedung dapat terlihat kurang terawat.

Bagi perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, rumah sakit, maupun fasilitas komersial lainnya, kondisi facade turut membentuk kesan terhadap fasilitas secara keseluruhan.

Kotoran Dapat Menumpuk pada Permukaan Eksterior

Abu yang tertinggal pada permukaan kaca dapat bercampur dengan kotoran lain dari lingkungan sekitar. Jika pembersihan tertunda, area yang harus ditangani dapat menjadi lebih kompleks.

Karena itu, pengelola gedung perlu memperhatikan kondisi facade setelah terjadi paparan abu, terutama pada bangunan yang berada di wilayah terdampak.

Area Kaca Bertingkat Tidak Mudah Dijangkau

Membersihkan kaca di lantai dasar relatif mudah karena dapat dijangkau secara langsung. Namun, kondisi berbeda terjadi pada kaca yang berada di lantai atas, facade luar, atrium, atau bagian bangunan dengan akses terbatas.

Pada kondisi seperti ini, persoalannya bukan hanya bagaimana membuat kaca kembali bersih, tetapi juga bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dengan akses dan prosedur keselamatan yang sesuai.

Baca juga : Cleaning Service Kantor Surabaya Profesional untuk Gedung, Office, dan Area Komersial

Kenapa Pembersihan Kaca Gedung Bertingkat Tidak Bisa Dilakukan Sembarangan?

Pembersihan kaca gedung bertingkat melibatkan lebih banyak aspek dibandingkan cleaning pada area biasa. Ketinggian, akses menuju permukaan, kondisi lingkungan, jenis facade, hingga aktivitas di sekitar area kerja perlu dipertimbangkan sebelum pekerjaan dimulai.

USGS juga menekankan bahwa pekerjaan pembersihan pada struktur bangunan setelah ashfall perlu memperhatikan risiko keselamatan, terutama pada area yang tinggi atau sulit diakses.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Ketinggian area kerja, terutama pada kaca eksterior gedung bertingkat.
  • Akses menuju permukaan kaca, karena tidak semua area dapat dijangkau dari dalam gedung.
  • Kondisi permukaan, termasuk keberadaan abu dan kotoran lain.
  • Peralatan kerja, yang perlu disesuaikan dengan kondisi dan akses bangunan.
  • Keselamatan pekerja, termasuk penggunaan perlengkapan keselamatan yang sesuai.
  • Area di bawah lokasi pekerjaan, yang perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko terhadap orang maupun aktivitas di sekitar gedung.

Dengan banyaknya faktor tersebut, pekerjaan pada area berketinggian sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan.

Baca juga : Rekomendasi Jasa Cleaning Villa Terbaik, Solusi Kebersihan Villa Bintang 5 di Google Review

Apa Itu High Risk Cleaning?


High Risk Cleaning adalah pekerjaan pembersihan pada area yang memiliki risiko kerja lebih tinggi karena faktor seperti ketinggian, akses yang sulit, atau kondisi area tertentu.

Pada gedung bertingkat, salah satu penerapannya adalah pembersihan kaca dan facade eksterior yang tidak dapat dijangkau menggunakan metode cleaning biasa.

Berbeda dari pembersihan kaca pada area yang mudah dijangkau, High Risk Cleaning membutuhkan perencanaan pekerjaan yang lebih terstruktur. Tim perlu menentukan akses, equipment, prosedur kerja, serta aspek keselamatan sebelum pekerjaan dilakukan.

Artinya, High Risk Cleaning bukan sekadar pekerjaan untuk membuat kaca terlihat bersih. Ada proses assessment dan perencanaan yang perlu dilakukan agar pekerjaan dapat berjalan sesuai kondisi bangunan.

Bagaimana High Risk Cleaning Menangani Kaca Gedung Pasca Abu Vulkanik?

Setiap gedung memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, metode pembersihan perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Secara umum, proses dapat diawali dengan beberapa tahapan berikut.

1. Assessment Area

Sebelum pekerjaan dimulai, tim melakukan peninjauan terhadap area yang membutuhkan pembersihan. Assessment dapat mencakup kondisi kaca, luas area, posisi kaca, tingkat ketinggian, akses menuju area kerja, serta kondisi lingkungan di sekitar gedung. Tahap ini membantu menentukan pendekatan pekerjaan yang sesuai.

2. Menentukan Metode Akses

Kaca pada lantai atas atau bagian luar facade membutuhkan metode akses tertentu. Metode yang digunakan perlu disesuaikan dengan struktur dan karakteristik gedung agar tim dapat menjangkau area kerja dengan aman dan efektif.

3. Menentukan Metode Pembersihan

Kondisi permukaan perlu diperhatikan sebelum proses pembersihan dilakukan. Abu vulkanik tidak sebaiknya diperlakukan begitu saja seperti debu biasa. USGS mencatat bahwa abu dapat bersifat abrasif dan permukaan kaca dapat tergores jika digosok terlalu kuat.

Karena itu, metode pembersihan perlu mempertimbangkan cara mengangkat residu dari permukaan tanpa memberikan perlakuan yang berpotensi merusak kaca.

4. Persiapan Equipment dan Safety

Setelah metode akses dan pembersihan ditentukan, equipment serta perlengkapan keselamatan dipersiapkan sesuai kebutuhan pekerjaan. Pada pekerjaan di ketinggian, persiapan ini menjadi bagian penting karena kondisi area kerja berbeda dari cleaning pada area normal.

5. Proses Pembersihan

Pembersihan dilakukan pada area yang telah ditentukan dengan metode yang sesuai dengan kondisi permukaan dan akses kerja. Untuk area eksterior, proses juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar gedung agar pekerjaan tidak mengganggu aktivitas di bawah area kerja. 

6. Pemeriksaan Hasil

Setelah proses pembersihan selesai, area dapat diperiksa kembali untuk memastikan hasil pekerjaan sesuai dengan kebutuhan. Quality control menjadi penting terutama pada facade kaca yang luas karena ketidakkonsistenan hasil dapat terlihat dengan jelas dari luar gedung.

Baca juga : 5 Risiko Fatal Akibat Buruknya Kebersihan Rumah Sakit

Kaca Gedung Terpapar Abu Vulkanik? Serahkan pada Tim High Risk Cleaning ecoCare

Jika kaca atau facade gedung Anda terpapar abu vulkanik dan berada di area yang sulit dijangkau, jangan lakukan pembersihan tanpa mempertimbangkan metode akses dan keselamatan kerja.

Hubungi ecoCare Cleaning melalui WhatsApp untuk berkonsultasi mengenai kebutuhan High Risk Cleaning dan menentukan metode pembersihan yang sesuai dengan kondisi gedung Anda.